animasi-bergerak-bendera-indonesia-0002
Tools services webmasters counters generators scripts tutorials free


animasi-bergerak-halo-0016

Korelasi Linear Pearson (Product-Moment Correlation), Contoh Kasus Umum 1

Pada tulisan ini, diberikan contoh kasus yang akan diselesaikan dengan menggunakan metode korelasi linear Pearson (Product-Moment Correlation), menggunakan software SPSS. Misalkan akan diuji:

"Apakah Terdapat Hubungan yang Signifikan antara Tinggi Badan & Berat Badan?",

dan

"Seberapa Erat Hubungan antara Tinggi Badan dan Berat Badan?

Diketahui:

=> Variabel tinggi badan berjenis numerik atau rasio (ratio).
=> Begitu juga variabel berat badan juga berjenis numerik atau rasio.

Data diberikan seperti pada Tabel 1.


animasi-bergerak-burung-0057

Tabel 1 Contoh Data


Bagian 1: Rangkaian Analisis Data

Adapun rangkaian analisis data, sebagai berikut:

1. Deskriptif (mencari minimum, maksimum, rata-rata & standar deviasi).
2. Membuat grafik sebaran data antara tinggi badan & berat badan.
3. Uji asumsi normalitas untuk data tinggi badan dan berat badan.
4. Korelasi linear Pearson.


animasi-bergerak-buku-0004


Bagian 2: Menginput Data, Statistik Deskriptif, Membuat Grafik Sebaran Data, Uji Asumsi Normalitas & Korelasi Linear Pearson dalam SPSS

Pada Bagian 2, disajikan video, bagaimana cara menginput data pada Tabel 1 dalam SPSS, statistik deskriptif, membuat grafik sebaran data, uji asumsi normalitas dan korelasi linear Pearson. Video disajikan berikut ini.


Video: Menginput Data, Statistik Deskriptif, Membuat Grafik Sebaran Data, Uji Asumsi Normalitas & Korelasi Linear Pearson dalam SPSS


animasi-bergerak-panda-0011


Bagian 3: Hasil

Berikut hasil SPSS berdasarkan video pada Bagian 2.


Gambar 1 Hasil SPSS 1 (Deskriptif)



Gambar 2 Hasil SPSS 2 (Grafik Sebaran Data)




Gambar 3 Hasil SPSS 3 (Uji Asumsi Normalitas)




Gambar 4 Hasil SPSS 4 (Korelasi Linear Pearson)



Bagian 4: Penjelasan Hasil SPSS 1 (Deskriptif)

Berdasarkan hasil SPSS 1, yakni deskriptif, diketahui:

=> Tinggi badan paling rendah (minimum) adalah 156,46, sementara tinggi badan paling tinggi (maksimum) adalah 185,34. Rata-rata tinggi badan dari 9 orang tersebut adalah 169,1267, dengan standar deviasi 9,28419.

=> Berat badan paling rendah (minimum) adalah 55,34, sementara berat badan paling tinggi (maksimum) adalah 83,35. Rata-rata berat badan dari 9 orang tersebut adalah 68,6667, dengan standar deviasi 9,90554.


Bagian 5: Penjelasan Hasil SPSS 2 (Grafik Sebaran Data)

Gambar 2 merupakan grafik sebaran data antara tinggi badan (sumbu-x) dan berat badan (sumbu-y). Terlihat bahwa arah sebaran data naik, yakni data cenderung menyebar dari kiri bawah, ke kanan atas (tren positif atau naik). Semakin meningkat tinggi badan, semakin meningkat berat badan. Dengan kata lain, tinggi badan dan berat badan berkorelasi positif.


animasi-bergerak-pohon-0099


Bagian 6: Penjelasan Hasil SPSS 3 (Uji Asumsi Normalitas)

Salah satu asumsi yang harus dipenuhi, agar hasil uji signifikansi korelasi linear Pearson valid, adalah asumsi normalitas, yakni kedua sampel diasumsikan berasal dari populasi-populasi berdistribusi normal. Namun, pada korelasi linear Person, pengujian asumsi normalitas dapat diabaikan (tidak dilakukan), apabila masing-masing sampel berukuran > 30. Mengapa demikian? Karena, apabila ukuran kedua sampel, masing-masing > 30, berdasarkan Central Limit Theorem, distribusi sampling dari statistik korelasi linear Pearson akan mendekati normal, meskipun kedua populasi tersebut tidak berdistribusi normal. Penjelasan lebih detail terkait hal ini dapat dilihat pada buku yang ditulis oleh Prana Ugiana Gio dan Rezzy Eko Cara yang berjudul "Pedoman Dasar Mengolah Data dengan Program Aplikasi Statistika STATCAL".

Diketahui ukuran sampel kita adalah 9 (9 orang atau 9 responden), maka kita perlu melakukan pengujian asumsi normalitas. Hasil uji normalitas diperlihatkan pada Gambar 3. Pengujian normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Perhatikan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) untuk variabel tinggi badan dan berat badan.

=> Apabila nilai Asymp. Sig. (2-tailed) > tingkat signifikansi 0,05 (atau 5%), maka asumsi normalitas dipenuhi.
=> Apabila nilai Asymp. Sig. (2-tailed) < tingkat signifikansi 0,0 (atau 5%), maka asumsi normalitas tidak dipenuhi.



Diketahui nilai Asymp. Sig. (2-tailed) (atau sering disebut juga p-value atau p) untuk variabel tinggi badan 0,999 dan variabel berat badan 0,985, masing-masing > tingkat signifikansi 0,05 (atau 5%), maka asumsi normalitas dipenuhi. Sehingga pengujian signifikansi akan dilanjutkan menggunakan korelasi linear Pearson.


Bagian 7: Penjelasan Hasil SPSS 4 (Korelasi Linear Pearson)

Berdasarkan hasil SPSS bagian 4:

=> Diketahui nilai korelasi linear Pearson adalah 0,967. Nilai korelasi linear Pearson bernilai positif, yang berarti semakin meningkat tinggi badan, terdapat kecenderungan, semakin meningkat berat badan. Dengan kata lain, tinggi badan dan berat badan berkorelasi positif. Andy Field dalam bukunya yang berjudul "Discovering Statistics Using SPSS, Third Edition" menyatakan sebagai berikut.

"We also saw in section 2.6.4 that because the correlation coefficient is a standardized measure of an observed effect, it is a commonly used measure of the size of an effect and that values of $$\pm 0.1$$ represent a small effect, $$\pm 0.3$$ is a medium effect and $$\pm 0.5$$ is a large effect (although I re-emphasize my caveat that these canned effect sizes are no substitute for interpreting the effect size within the context of the research literature)."


Berdasarkan uraian di atas, apabila nilai korelasi berada di antara -0,3 sampai +0,3, maka dikatakan berkorelasi lemah, apabila nilai korelasi berada di antara -0,5 sampai +0,5, maka dikatakan berkorelasi sedang dan apabila nilai korelasi < -0,5 atau > 0,5, maka dikatakan berkorelasi kuat.

Diketahui nilai korelasi linear Pearson adalah adalah 0,967 (di atas 0,5), yang termasuk ke dalam korelasi kuat. Sehingga, tinggi badan dan berat badan berkorelasi kuat.

=> Diketahui nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,000 < tingkat signifikansi 0,05 (atau 5%), maka tinggi badan dan berat badan berkorelasi signifikan. Dengan kata lain, terdapat hubungan yang signifikan antara tinggi badan dan berat badan.




Bahan Bacaan:

1. Andy Field, 2009, Discovering Statistics Using SPSS, Third Edition, Sage.

2. Prana Ugiana Gio dan Rezzy Eko Caraka, 202018, Pedoman Dasar Mengolah Data dengan Program Aplikasi Statistika STATCAL, USUpress.










belajar statistika korelasi belajar regresi dan korelasi korelasi spearman rank korelasi spearman adalah korelasi spearman spss korelasi spearman pdf korelasi spearman rho korelasi spearman pearson korelasi spearman ppt korelasi spearman brown korelasi spearman rank spss korelasi rank spearman adalah korelasi spearman rho adalah analisis korelasi spearman analisis korelasi spearman spss asumsi korelasi spearman analisis korelasi spearman adalah arti korelasi spearman rumus korelasi spearman brown koefisien korelasi berperingkat spearman cara korelasi spearman dengan spss cara korelasi spearman korelasi spearman dengan spss korelasi spearman digunakan untuk korelasi spearman dan korelasi pearson korelasi spearman dan kendall korelasi spearman dengan excel korelasi spearman di excel korelasi spearman definisi korelasi spearman excel fungsi korelasi spearman formula korelasi spearman hipotesis korelasi spearman interpretasi korelasi spearman korelasi jenjang spearman korelasi tata jenjang spearman jurnal korelasi spearman jurnal korelasi spearman pdf korelasi koefisien spearman korelasi kendall spearman kekuatan korelasi spearman koefisien korelasi spearman rank koefisien korelasi spearman spss kesimpulan korelasi spearman koefisien korelasi spearman adalah korelasi spearman menggunakan spss uji korelasi spearman manual korelasi rank spearman menurut sugiyono pengertian korelasi spearman menurut para ahli contoh soal korelasi spearman manual rumus uji korelasi spearman manual makalah korelasi spearman nilai korelasi spearman uji korelasi spearman rank order termasuk ke dalam uji statistika rumus korelasi spearman rho pengertian korelasi spearman rho rumus uji korelasi spearman rho contoh soal korelasi spearman rho korelasi spearman pengertian korelasi peringkat spearman korelasi pangkat spearman korelasi rank spearman ppt rumus korelasi spearman pdf korelasi spearman rank manual korelasi spearman rank ppt korelasi rank spearman dengan excel r tabel korelasi spearman korelasi sederhana spearman cara menghitung korelasi spearman secara manual syarat korelasi spearman statistik korelasi spearman skripsi korelasi spearman simbol korelasi spearman tabel korelasi spearman teori korelasi spearman teknik korelasi spearman tutorial korelasi spearman spss tujuan korelasi spearman t tabel korelasi spearman uji korelasi urutan spearman uji korelasi spearman uji korelasi spearman pdf uji korelasi spearman dengan spss uji korelasi spearman rho uji korelasi spearman adalah ujian korelasi spearman uji korelasi spearman 3 variabel bab 4 korelasi spearman korelasi pearson product moment korelasi pearson adalah korelasi pearson pdf korelasi pearson dan spearman korelasi pearson spss korelasi pearson dan spearman pdf korelasi pearson digunakan untuk korelasi pearson rumus korelasi pearson ppt korelasi pearson adalah pdf metode korelasi pearson adalah koefisien korelasi pearson ac.id korelasi pearson spss adalah korelasi pearson product moment adalah syarat uji korelasi pearson adalah uji validitas korelasi pearson adalah korelasi bivariate pearson rumus korelasi bivariate pearson beda korelasi pearson dan spearman beza korelasi pearson dan spearman buku korelasi pearson nilai korelasi pearson yang baik korelasi pearson contoh soal uji korelasi pearson contoh cara korelasi pearson spss korelasi pearson dengan spss korelasi pearson di excel korelasi pearson data uji korelasi pearson dengan excel perbedaan korelasi pearson dengan spearman dan kendall tau fungsi korelasi pearson formula korelasi pearson grafik korelasi pearson hipotesis korelasi pearson hasil korelasi pearson interpretasi korelasi pearson interpretasi korelasi pearson spss interval korelasi pearson jadwal korelasi pearson jenis korelasi pearson jurnal korelasi pearson product moment korelasi karl pearson rumus korelasi karl pearson kriteria korelasi pearson koefisien korelasi pearson product moment koefisien korelasi pearson spss koefisien korelasi pearson pdf kelebihan korelasi pearson koefisien korelasi pearson dan spearman ketentuan korelasi pearson korelasi linear pearson korelasi pearson minus korelasi pearson minitab korelasi pearson merupakan korelasi pearson product moment pdf nilai korelasi pearson nota korelasi pearson output korelasi pearson korelasi pearson pada spss korelasi pearson dan rank spearman tabel korelasi r pearson rumus korelasi pearson di excel tabel koefisien korelasi (r) pearson rumus korelasi pearson pdf tabel r korelasi pearson nilai r korelasi pearson nilai r tabel korelasi pearson korelasi pearson stata korelasi pearson spss pdf korelasi pearson statistik parametrik tabel korelasi pearson teori korelasi pearson teknik korelasi pearson product moment tabel korelasi pearson product moment uji t korelasi pearson uji korelasi pearson spss uji korelasi pearson pdf uji korelasi pearson product moment uji korelasi pearson dan spearman uji korelasi pearson ppt uji korelasi pearson menurut sugiyono validitas korelasi pearson rumus korelasi pearson 3 variabel variabel korelasi pearson bab 3 uji korelasi pearson bab 4 uji korelasi pearson bab 4 analisis korelasi pearson